<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>مؤسسة دار السنة الإسلامية</title>
	<atom:link href="http://darussunahindo.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darussunahindo.net</link>
	<description>Yayasan Darussunah Al-Islamiyah Sragen-Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Feb 2010 01:01:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Talak dalam keadaan marah</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2010/talak-dalam-keadaan-marah.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2010/talak-dalam-keadaan-marah.dic#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 16:58:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[cerai]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[talak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Seorang temanku dalam keadaan marah sekali berkata kepada istrinya: &#8220;Aku ceraikan engkau!&#8221; sebanyak tiga kali, sebab temanku ini curiga kepada istrinya ketika ditinggalnya pergi. Dan ketika itu juga ia berkata kepada istrinya: :&#8221;Jika engkau masih cinta kepadaku maka kembalilah kepadaku!&#8221; Sementara si istri yang juga temanku sudah terlanjur marah namun ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, apakah talak telah jatuh atas dirinya ataukah tidak. Mohon jawaban dan penjelasannya.
Alhamdulillah, tidaklah terhitung talak apabila dijatuhkan dalam keadaan yang sangat marah sehingga tidak dapat mengontrol pembicaraannya lagi dan diangggap seperti orang gila. ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2010/talak-dalam-keadaan-marah.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Ikhlas dan Ujub</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2010/antara-ikhlas-dan-ujub.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2010/antara-ikhlas-dan-ujub.dic#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 09:43:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[ujub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas merupakan hakekat agama, intinya ibadah, kunci dakwahnya para Rosul, dan merupakan syarat diterimanya amal.
Artinya: dan tidaklah mereka diperintah kecuali supaya mennyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan dalam beragama, yaitu agama yang lurus. (Q.S Al Bayyinah : 5 )
Artinya: Dzat yang menciptakan kematian dan kehidupan, supaya menguji kamu sekalian, siapakah  yang lebih baik amalnya .( Q.S Al Mulk : 2 )
Maksud ikhlas adalah mengesakan Alloh ta’ala dalam niat dan tujuan ketika berbuat ketaatan dengan membersihkan amalan tersebut dari pengawasan makhluk, dan membersihkannya dari kotoran syirik, kekufuran &#38; kedurhakaan.
Ibnu Taimiyyah ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2010/antara-ikhlas-dan-ujub.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlebihan dalam Beragama (bag.3-habis)</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-3-habis.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-3-habis.dic#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Firaq]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[anjing neraka]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[C. Hadits-hadits tentang celaan terhadap Khowarij
Rosululloh shalallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda: &#8220;Sesungguhnya dia (Dzul Khuwaisiroh) memiliki pengikut, dan salah seorang diantara kalian akan diremehkan sholat dia dibandingkan dengan sholat mereka, dan puasa dia dibandingkan dengan puasa mereka. Kemudian Rosululloh shalallahu &#8216;alaihi wa salam melihat kepada Dzul Khuwaisiroh kemudian berkata: Sungguh akan muncul dari anak cucu orang ini suatu kaum yang membaca Al Qura&#8217;an (dengan banyak), tetapi bacaan Qur&#8217;an ini tidak sampai pada tenggorokannya. Mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya dan mereka akan keluar ketika terjadi perpecahan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-3-habis.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlebihan dalam Beragama (bag.2)</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-2.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-2.dic#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 04:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Firaq]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[ghuluw]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[radikalisme]]></category>
		<category><![CDATA[siffin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[2. MAKNA RADIKALISME / Ghuluw ((الغُـلـُو
Kata radikal, kekerasan dan kekakuan (الغلو) kembali kepada sebuah kalimat yang bermakna sesuatu yang berlebih-lebihan didalam melampaui batas dan ukuran. Sebagaimana yang dikatakan ibnu faris rahimahullah didalam kitabnya “Mu’jam maqayis Lughah” Sedangakan berlebih lebihan didalam agama yaitu dengan melakukan sesuatu yang melampaui batas dengan kekerasan dan kekakuan, sebagaimana disebutkan oleh Al Jauhari rahimahullah di dalam kitabnya “Ash Shihah” demikian juga disebutkan oleh Ibnu Mandur rahimahullah dalam kitabnya “Lisanul Arab”  dan juga Azzubaidi rahimahullah dalam kitabnya ”Taajul ‘Arus”.
Dan kata yang semisal dengan ini (الغلو)/ghuluw yang ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-2.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berlebihan dalam Beragama (bag.1)</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-1.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-1.dic#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 09:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[ghuluw]]></category>
		<category><![CDATA[radikalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Abu Kholil Mujahid (Markaz Darul Hadits Ma&#8217;arib Yaman)

Kebenaran adalah sesuatu yang sangat berharga, sangat agung dan sangat mahal yang menjadikan seseorang berada di atasnya merasa tenang, tentram dan nyaman inilah kebahagian hidup, suatu nikmat yang sangat besar dan mahal bagi seluruh manusia ketika mampu menjadikan Islam sebagai ajaran hidupnya. Dialah Alloh ta’ala yang telah menurunkan agama yang haq sebagai petunjuk, nasehat dan kabar gembira, sebagai cahaya yang terang benderang, risalah yang terakhir, sebagai pelurus dari semua jalan kesesatan dan penyimpangan, sebagai cahaya Ilmu dari segala macam kebodohan, membukakan hati ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/berlebihan-dalam-beragama-bag-1.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sunnah-sunnah Berhari Raya</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/sunnah-sunnah-berhari-raya.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/sunnah-sunnah-berhari-raya.dic#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 06:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[sholat ied]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[Hukum Shalat ‘Ied
Shalat ‘Idul Fitri dan ‘Iedul Adha adalah sunnah mu’akkadah. Nabi shalallahu &#8216;alaihi wa salam senantiasa mengerjakannya dan memerintahkan kepada seluruh ummatnya, baik laki-laki maupun wanita untuk keluar menuju tempat shalat ‘Ied. Bahkan Allah ta’ala telah memerintahkan hal itu melalui firman-Nya,
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Allah dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 1-2)
Shalat ‘Ied merupakan salah satu syi’ar Islam, sekaligus sebagai salah satu penampilan yang di dalamnya memperlihatkan bukti keimanan dan ketaqwaan yang kuat.
Sunnah-sunnah Pada Hari ‘Ied
Mandi, Memakai Wewangian dan Berpakaian Yang Baik
Mandi pada ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/sunnah-sunnah-berhari-raya.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersama Berhari Raya</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/bersama-berhari-raya.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/bersama-berhari-raya.dic#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 09:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa-fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Fatawa no.388
Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Wal Ifta’ (Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi)
Soal:
Bagaimana menurut Islam mengenai perbedaan kaum muslimin dalam berhari raya Idul Fitri dan Idul Adha? Mengingat jika salah dalam menentukan hal ini, kita akan berpuasa pada hari yang terlarang (yaitu hari ‘Ied) atau akan berhari raya pada hari yang sebenarnya wajib untuk berpuasa. Kami mengharapkan jawaban yang memuaskan mengenai masalah yang dapat menimbulkan perpecahan ini sehingga bisa jadi hujjah (argument) bagi kami di hadapan Allah. Apabila dalam penentuan hari raya atau puasa ini terdapat perselisihan, ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/bersama-berhari-raya.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menantikan Malam Lailatul Qadar</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/menantikan-malam-lailatul-qadar.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/menantikan-malam-lailatul-qadar.dic#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[lailatul qadar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Bersemangat di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Sepertiga akhir bulan Ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu suri tauladan kita Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam dahulu bersungguh-sungguh untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir tersebut dengan berbagai amalan melebihi waktu-waktu lainnya. Sebagaimana istri beliau Ummul Mu’minin Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berkata, “Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wa salam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh ahri terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.”(HR. Muslim)
Aisyah radiyallahu ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/menantikan-malam-lailatul-qadar.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Contoh Jadwal (kegiatan) Seorang Muslim Pada Bulan Ramadan</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/kegiatan-seorang-muslim-pada-bulan-ramadan.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/kegiatan-seorang-muslim-pada-bulan-ramadan.dic#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:59:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Pertama, saya ucapkan selamat memasuki bulan Ramadan yang mulia. Saya berharap semoga Allah menerima puasa dan ibadah kita semua. Saya juga berharap dapat memaksimalkan kesempatan ini sesuai dengan kemampuan saya untuk beribadah dan menunai pahala. Oleh karena itu, aku mohon kepada anda memberikan contoh jadwal kegiatan yang sesuai untuk diriku dan keluargaku agar kami dapat mengisi bulan ini dengan kebaikan dan ketaatan.

Alhamdulillah.
Semoga Allah menerima kebaikan ucapan dan perbuatan kita semua. Dan semoga Allah melimpahkan kita keikhlasan dalam beramal, baik yang tersembunyi maupun yang tampak.
Berikut ini  jadwal yang kami usulkan bagi ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/kegiatan-seorang-muslim-pada-bulan-ramadan.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jin tidak tahu perkara yang ghaib</title>
		<link>http://darussunahindo.net/2009/jin-tidak-tahu-perkara-ghaib.dic</link>
		<comments>http://darussunahindo.net/2009/jin-tidak-tahu-perkara-ghaib.dic#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 04:12:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[As-Saba]]></category>
		<category><![CDATA[Ghaib]]></category>
		<category><![CDATA[Jin]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Sulaiman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://darussunahindo.net/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah tafsir dari Surat As-Saba’ ayat 14

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan. (QS. As Saba’:14)-1

(Tatkala Kami tetapkan kematian atas Sulaiman ..) yaitu: Kami wafatkan Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya kecuali rayap yang memakan tongkatnya, tatkala rayap-rayap memakan tongkatnya hingga rusak maka tersungkurlah Nabi Sulaiman ke tanah, semua itu terjadi ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://darussunahindo.net/2009/jin-tidak-tahu-perkara-ghaib.dic/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
